Warga Serahkan Koper Berisi Amunisi dan Senjata Api Milik WNA ke Polsek Pasar Minggu

Avatar photo
Tim Gegana Brimob Polda Metro Jaya melakukan pengecekan terhadap barang bukti | Poto : Istimewa

PASAR MINGGU, JEJAKPOS.ID – Sebuah koper berisi amunisi peluru aktif, senjata api jenis Glock, serta granat asap dan granat kejut diserahkan seorang warga kepada Polsek Pasar Minggu pada Jumat, 18 Juli 2025. Penemuan mengejutkan ini terjadi setelah koper tersebut disimpan selama kurang lebih satu tahun oleh warga yang sebelumnya dititipi oleh seorang WNA.

Seorang warga bernama Maria Magdalena Tada (60) mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polsek Pasar Minggu dengan membawa sebuah koper berwarna cokelat bermotif garis merah merek Polostar. Setelah dibuka di hadapan petugas dan disaksikan oleh Pendeta Sapto Edhi Raharjo (61), koper tersebut ternyata berisi sejumlah barang berbahaya.

Di dalam koper, ditemukan empat magazen, satu holster, tiga korek api gas berbentuk granat tangan berwarna hijau, satu granat asap (smoke) berwarna hitam, dan satu granat kejut (flash) berwarna hitam. Selain itu, terdapat pula berbagai jenis amunisi peluru aktif, meliputi, 2 butir peluru Cal 7,65, 158 butir peluru Cal 9 mm (termasuk dari merek Fiocchi 9mm Luger FMJ 123 grain), 433 butir peluru Cal 38 Auto (termasuk dari merek Armscor 38 Super FMJ 125 grain) , 100 butir peluru Cal 380 Auto, 4 butir selongsong 9 mm, 1 butir proyektil 38 auto, 1 butir proyektil 9 mm.

Yang lebih mencengangkan, di dalam koper juga ditemukan satu unit senjata api jenis Glock 42 dengan nomor seri AAXM688. Turut ditemukan sehelai kemeja kuning hitam dan sweter hitam.

Kejadian ini diketahui pada Jumat, 18 Juli 2025, sekitar pukul 14.00 WIB, ketika Maria Magdalena Tada membuka koper tersebut di tempat tinggalnya. Ia kemudian melaporkannya ke Mapolsek Pasar Minggu, Jalan Raya Ragunan Nomor 1, Kelurahan Pasar Minggu, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada pukul 14.10 WIB di hari yang sama. Barang-barang berbahaya ini dititipkan oleh seorang Warga Negara Filipina bernama Mario Markos dan istrinya, Mam Maclaris, yang mengaku sebagai dokter dan pemilik koper tersebut. Mereka sebelumnya tinggal satu kos dengan Maria Magdalena Tada di Jalan Pejaten Barat 4 Pasar Minggu sejak tahun 2022.

Maria Magdalena Tada awalnya bekerja sebagai tukang urut panggilan untuk pasangan WNA tersebut. Pada Desember 2023, pasangan WNA itu meninggalkan Indonesia dan meminta Maria Magdalena untuk mengambil barang-barang mereka di Kelapa Gading, Jakarta Utara, dan membawanya ke kos Maria. Setelah itu, Maria pindah kos ke Jalan LT Agung RT 05/01, Kelurahan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Karena koper dan barang-barang tersebut sudah tersimpan di kosnya selama sekitar satu tahun, Maria Magdalena akhirnya memutuskan untuk membukanya. Terkejut dengan isinya, ia kemudian menceritakan hal ini kepada Sapto Edhi Raharjo, yang lantas menyarankannya untuk melaporkan dan menyerahkan temuan tersebut kepada pihak kepolisian.

Setelah menerima laporan, Polsek Pasar Minggu segera mengambil tindakan cepat. Mereka mendatangkan tim Gegana Polda Metro Jaya dan Mabes Kelapa Dua, tim Identifikasi Polres, serta tim Sendak. Saat ini, kepolisian masih meminta keterangan lebih lanjut dari para saksi untuk menyelidiki asal-usul dan tujuan dari kepemilikan senjata api serta amunisi tersebut.

Kapolsek Pasar Minggu Kompol Anggiat Sinambela, SH, MH dalam keteranggannya mengatakan bahwa semua barang bukti telah diserahkan kepada Satuan Gegana Polda Metro Jaya untuk diamankan.

“Semua barang bukti telah diamankan oleh Satuan Gegana Polda Metro Jaya, saat ini para saksi masih dalam proses dimintai keterangan untuk untuk menyelidiki asal-usul dan tujuan dari kepemilikan senjata api serta amunisi tersebut.” Ucap Kompol Anggiat Sinambela, SH, MH.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *