Mentan Amran Targetkan Ekspor Tembus Rp2.400 Triliun Lewat Hilirisasi Massif.

JAKARTA, JEJAKPOS.ID – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman secara serius meluncurkan visi ekonomi yang sangat ambisius: menjadikan komoditas kelapa sebagai salah satu pilar utama penggerak ekspor nasional, dengan target nilai fantastis Rp2.400 triliun. Angka ini diproyeksikan dapat diraih melalui percepatan hilirisasi menyeluruh, sebuah langkah yang disebutnya akan melipatgandakan kesejahteraan petani.

Mentan Amran dengan tegas meminta semua pihak untuk meninggalkan pandangan meremehkan terhadap kelapa. Di mata Kementerian Pertanian, kelapa adalah komoditas dengan potensi industri yang belum terjamah sepenuhnya.

“Jangan pernah remehkan kelapa. Selain itu, hilirisasi kelapa juga menjadi cara meningkatkan kesejahteraan petani di berbagai daerah,” papar Mentan Amran di Jakarta, dikutip Sabtu (8/11/2025).

Indonesia kini memegang kendali sebagai produsen dan eksportir kelapa terbesar di dunia. Namun, di balik status juara tersebut, Mentan Amran mengungkap fakta bahwa nilai ekspor kelapa Indonesia saat ini baru mencapai Rp24 triliun per tahun. Angka ini dianggap sangat kecil dibandingkan potensi riil yang terkandung dalam satu pohon kelapa secara keseluruhan.

Visi Amran didasarkan pada perhitungan yang cermat. Ia meyakini, jika hilirisasi kelapa dijalankan secara terstruktur dan terintegrasi sesuai diagram pohon industri, maka nilai ekspor kelapa Indonesia bisa meroket hingga 100 kali lipat, mencapai setara Rp2.400 triliun. Nilai ini mendekati seperempat dari total PDB negara saat ini, menunjukkan besarnya multiplier effect yang diharapkan.

Hilirisasi kelapa menuntut pengolahan setiap bagian dari buah hingga pohon. Beberapa produk turunan yang menjadi target utama peningkatan ekspor meliputi:

  • Daging Kelapa: Diolah menjadi Desiccated Coconut (kelapa parut kering), Crude Coconut Oil (CCO), Virgin Coconut Oil (VCO), dan santan kemasan.
  • Sabut Kelapa: Diubah menjadi Cocofiber (serat kelapa) dan Cocopeat (media tanam), yang sangat diminati pasar global untuk industri otomotif dan hortikultura.
  • Tempurung Kelapa: Diproses menjadi arang aktif (activated carbon) dan briket yang memiliki nilai jual sangat tinggi di pasar energi dan kosmetik.
  • Air Kelapa: Diolah menjadi minuman isotonik dan nata de coco.

Mentan Amran menegaskan bahwa strategi hilirisasi adalah solusi permanen untuk mengatasi masalah klasik petani: harga jual yang rendah akibat ekspor bahan mentah. Dengan adanya industri pengolahan di dekat sentra produksi, harga di tingkat petani akan terdongkrak signifikan.

Kementerian Pertanian kini didorong untuk segera menyusun Peta Jalan (Roadmap) Hilirisasi Kelapa 2026-2030. Peta jalan ini mencakup pembangunan cluster industri pengolahan terpadu di daerah sentra kelapa seperti Sulawesi, Sumatera, dan Maluku.

Implementasi yang efektif diharapkan mampu memotong rantai pasok panjang yang selama ini didominasi oleh perantara, sehingga keuntungan nilai tambah dapat dinikmati langsung oleh petani. Ambisi Rp2.400 triliun bukan sekadar angka, melainkan janji untuk membawa Kelapa Indonesia ke panggung ekonomi dunia, sekaligus mengangkat derajat hidup jutaan petani di berbagai pelosok nusantara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup