Berpulangnya Vincentius Djoko Riyanto, Sosok Sederhana Suami Wali Kota dan Panutan DPRD Semarang.

SEMARANG, JEJAKPOS.ID – Duka mendalam menyelimuti lingkungan legislatif dan eksekutif Kota Semarang setelah berpulangnya Vincentius Djoko Riyanto, yang memiliki peran ganda sebagai suami dari Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng sekaligus sebagai legislator aktif di DPRD Kota Semarang. Kabar duka ini diterima pada Minggu (9/11/2025), menciptakan suasana hening di gedung dewan.

Danur Risprianto, yang menjabat sebagai Sekretaris Komisi C DPRD Kota Semarang, menyampaikan rasa kehilangan yang tulus atas wafatnya rekan satu komisi yang ia sebut sebagai mentor dan panutan. Komisi C, yang fokus pada bidang pembangunan, kini merasa kehilangan salah satu pilarnya.

“Beliau merupakan sosok yang sangat sederhana dan menjadi panutan bagi teman-teman di komisi,” tutur Danur. “Sikap beliau yang jauh dari hingar-bingar jabatan, meskipun memiliki posisi strategis, selalu kami jadikan contoh.”

Danur secara khusus mengenang almarhum Djoko Riyanto sebagai pribadi yang cenderung pendiam, sebuah sifat yang ternyata menjadi kekuatan terbesarnya. Menurutnya, keheningan almarhum bukan berarti pasif, melainkan penanda adanya kedewasaan dan ketajaman dalam berpikir.

“Dalam setiap diskusi atau rapat pengambilan keputusan, pandangan beliau, meskipun disampaikan dengan tenang, selalu menjadi penentu karena didasari pemikiran yang matang dan berimbang,” jelas Danur. Ia menambahkan, Djoko Riyanto kerap menjadi jembatan dan penengah yang bijaksana di tengah perdebatan sengit antar-anggota komisi.

Kepergiannya di tengah masa jabatan meninggalkan kekosongan besar. “DPRD Kota Semarang, secara institusi, kehilangan sosok yang telah mewarnai perjalanan legislatif di kota ini, khususnya dalam aspek pengawasan anggaran dan pembangunan kota,” pungkas Danur.

Ungkapan duka cita juga datang dari anggota Komisi A DPRD Kota Semarang, Rahmulyo Adi Wibowo. Sebagai rekan seperjuangan dari Fraksi PDIP, Rahmulyo menyoroti peran almarhum di luar tugas komisi.

“Sebagai rekan kerja di DPRD Kota Semarang tentu saja kami merasa kehilangan ‘teman bicara’,” kata Rahmulyo. “Beliau adalah tempat berbagi pandangan yang objektif, seseorang yang bisa memberikan masukan politik tanpa kepentingan pribadi yang mencolok.”

Kehilangan ‘teman bicara’ ini menggarisbawahi bahwa kontribusi Djoko Riyanto tidak hanya sebatas pada kinerja formal, tetapi juga dalam membangun iklim kerja yang kondusif dan saling mendukung di antara anggota dewan.

Seluruh anggota DPRD dan Sekretariat Dewan menyampaikan belasungkawa terdalam kepada Wali Kota Agustina Wilujeng dan keluarga yang ditinggalkan. Kepergian Vincentius Djoko Riyanto menjadi pengingat pahit bahwa sosok penting dengan peran ganda—baik di ranah politik maupun pribadi—telah meninggalkan jejak pengabdian yang tak terlupakan di Kota Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup