Airlangga Perjuangkan Fasilitas GSP, Produk Unggulan RI Dibidik Tembus Pasar AS Tanpa Bea Masuk

JAKARTA, JEJAKPOS.ID – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan komitmen pemerintah Indonesia dalam memperjuangkan fasilitas Generalized System of Preferences (GSP) agar produk unggulan nasional dapat masuk ke pasar Amerika Serikat tanpa dikenakan bea masuk.
Produk-produk strategis seperti kelapa sawit, kopi, dan teh menjadi fokus utama dalam negosiasi kerja sama perdagangan tersebut. Pemerintah menilai, keberlanjutan fasilitas GSP akan membuka peluang besar bagi eksportir Indonesia untuk bersaing secara global tanpa terbebani tarif yang memberatkan.
Airlangga menyampaikan bahwa kerja sama strategis Indonesia–Amerika Serikat ini ditargetkan dapat dirampungkan pada awal 2026. Dengan terealisasinya kesepakatan tersebut, akses pasar produk Indonesia ke Amerika Serikat diharapkan semakin luas dan kompetitif.
“Fasilitas GSP menjadi instrumen penting untuk meningkatkan daya saing ekspor nasional, khususnya bagi produk unggulan yang memiliki potensi besar di pasar Amerika Serikat,” tegas Airlangga dalam konferensi pers Perkembangan Kesepakatan Perdagangan Indonesia–AS di Washington DC, Amerika Serikat, Selasa, 23 Desember 2025.
Ia menambahkan, pemerintah terus melakukan diplomasi ekonomi secara intensif guna memastikan kepentingan nasional terlindungi sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai perdagangan global. Kesepakatan ini juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekspor, membuka lapangan kerja, serta memperkuat kontribusi sektor riil terhadap perekonomian nasional.















