Senjata SS2V4 Satgas Yonif 732/Banau Dirampas OTK

PAPUA, JEJAKPOS.ID – Situasi keamanan di Distrik Beoga kembali memanas pasca insiden perampasan senjata milik aparat keamanan. Satu pucuk senjata api laras panjang jenis SS2V4 milik personel Satgas Yonif 732/Banau dilaporkan hilang dibawa kabur oleh Orang Tak Dikenal (OTK) pada Jumat siang (16/01/2026).
Insiden yang terjadi sekitar pukul 11.00 WIT ini memicu respon cepat dari aparat gabungan TNI-Polri yang kini tengah melakukan pengejaran intensif, termasuk dengan mengerahkan pemantauan udara menggunakan drone.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula ketika lima personel Pos TK Beoga di bawah pimpinan Praka Gusti melaksanakan kegiatan teritorial ROSITA (Borong Hasil Tani) di Pasar Kampung Milawak, sekitar pukul 09.30 WIT. Kegiatan ini merupakan rutinitas Satgas untuk membantu perekonomian warga setempat.
Usai berbelanja, pada pukul 10.30 WIT, tim bergerak kembali menuju pos. Di tengah perjalanan, dua personel, yakni Pratu Farhan Apriansyah dan Praka Jemy Pattimau, meminta izin singgah di sebuah kios milik warga bernama Ibu Astini—yang berlokasi tepat di depan Kantor Polsek Beoga—untuk keperluan buang air kecil dan minum. Sementara itu, tiga personel lainnya melanjutkan perjalanan kembali ke pos.
Di kios tersebutlah kelengahan dimanfaatkan oleh pelaku. Pratu Farhan dilaporkan meletakkan senjata SS2V4 bernomor seri CB.CS 062136 di dekat pintu masuk kios sebelum beranjak ke kamar mandi di bagian belakang.
Saksi mata di lokasi, Ibu Lina dan Ibu Astini, melihat seorang pemuda berpakaian loreng kusam dan celana pendek hitam mendekat. Karena pintu kios hanya terkunci di bagian bawah dan senjata berada dalam jangkauan tangan, pelaku dengan cepat menyambar senjata tersebut dari luar.
“Ibu Astini sempat melihat dan mencoba menarik kembali senjata itu, namun terlambat. Pelaku lebih cepat dan langsung kabur,” ungkap sumber di lapangan.
Seketika itu juga, Ibu Astini berlari keluar kios dan berteriak memanggil aparat keamanan. Pelaku terlihat melarikan diri berbelok ke arah sungai.
Teriakan Ibu Astini pada pukul 10.50 WIT terdengar oleh Kapolsek Beoga yang berada di seberang jalan. Kapolsek segera merespons dengan keluar dari kantor dan melepaskan tembakan peringatan untuk menghentikan pelaku sekaligus memberikan sinyal kepada seluruh aparat keamanan (Apkam) untuk membantu pengejaran.
Menerima laporan darurat tersebut, Komandan Satgas (Dansatgas) Yonif 732/Banau, Kapten Inf Budi Hartono, langsung memerintahkan seluruh jajaran untuk melakukan penyisiran dan menerbangkan drone guna memantau pergerakan pelaku dari udara.
Upaya teknologi membuahkan hasil. Pantauan drone berhasil mendeteksi keberadaan pelaku yang membawa senjata tersebut. Ia terpantau bergabung dengan beberapa orang tak dikenal lainnya di titik koordinat 53M 769244 9578323.
Hingga berita ini diturunkan, jajaran Satgas Yonif 732/Banau dan aparat terkait telah diperintahkan bergerak menuju lokasi pertemuan kelompok tersebut untuk melakukan penyisiran dan penindakan. Status keamanan di wilayah Beoga kini diperketat seiring dengan operasi pengejaran yang masih berlangsung.














