Eks Menpora Dito Ariotedjo Penuhi Panggilan KPK, Dicecar soal Keterlibatan Travel Maktour

JAKARTA, JEJAKPOS.ID – Babak baru pengusutan dugaan megakorupsi pengalihan kuota haji kembali bergulir. Pada Jumat (23/1/2026) siang, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Dito Ariotedjo, terlihat menyambangi Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan.
Kehadiran politisi muda ini sontak menarik perhatian awak media yang telah menunggu. Mengenakan kemeja cokelat, pria yang akrab disapa Dito ini hadir untuk memenuhi panggilan penyidik KPK sebagai saksi kunci dalam kasus yang menjerat rekan sejawatnya di kabinet terdahulu, mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.
Pemeriksaan Dito tidak terlepas dari latar belakang keluarganya. Dalam surat pemanggilan, penyidik menyoroti status Dito sebagai mantan menantu dari Fuad Hasan Masyhur, sosok pengusaha kondang sekaligus bos besar biro perjalanan haji dan umrah terkemuka, Travel Maktour.
Penyidik KPK disinyalir tengah menelisik dugaan aliran “jatah” kuota haji yang dialihkan secara sepihak ke biro travel tertentu, termasuk dugaan keterlibatan Maktour. Dito diperiksa untuk mendalami sejauh mana pengetahuannya mengenai mekanisme pembagian kuota tersebut dan apakah ada intervensi khusus yang memanfaatkan posisi politisnya kala itu.
“Yang bersangkutan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk melengkapi berkas perkara tersangka YCQ (Yaqut Cholil Qoumas) dan IAA (Isfan Abidal Aziz),” ujar sumber internal di KPK.
Kasus ini menjadi sorotan publik karena melibatkan dua figur sentral di Kementerian Agama pada periode sebelumnya. Selain mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, KPK juga telah menetapkan mantan Staf Khusus Menteri Agama, Isfan Abidal Aziz atau yang populer dengan nama Gus Alex, sebagai tersangka.
Keduanya diduga bersekongkol dalam memanipulasi data kuota haji reguler yang seharusnya menjadi hak jamaah yang telah mengantre puluhan tahun, dialihkan menjadi kuota haji khusus dengan biaya fantastis demi keuntungan pribadi dan korporasi.
Kedatangan Dito Ariotedjo ke markas antirasuah ini diharapkan dapat membuka kotak pandora mengenai siapa saja pihak swasta yang diuntungkan dari kebijakan kontroversial tersebut. Hingga berita ini diturunkan, pemeriksaan terhadap Dito masih berlangsung di lantai atas Gedung Merah Putih.
Publik kini menanti, apakah kesaksian Dito akan menyeret nama-nama besar lainnya, atau justru menjadi kunci untuk membongkar modus operandi ‘permainan’ kuota haji yang telah melukai hati jutaan umat Islam di Indonesia tersebut.














