GELAP GULITA PENDIDIKAN INDONESIA! BEM SI Gelar Aksi Serentak 9–20 Februari, Siapkan Gelombang Aksi Nasional

PADANG, JEJAKPOS.ID – Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menyatakan bahwa kondisi pendidikan Indonesia tengah berada dalam situasi darurat. Hak atas pendidikan yang dijamin konstitusi dinilai belum sepenuhnya terealisasi dalam kebijakan maupun praktik di lapangan, terutama pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.

Koordinator Isu Pendidikan Dasar dan Menengah BEM SI, Iranto yang juga menjabat sebagai Presiden Mahasiswa Universitas Adzkia, menegaskan bahwa konsep pendidikan gratis yang dijanjikan negara harus benar-benar bebas dari pungutan, biaya tersembunyi, serta praktik komersialisasi.

“Pasal 31 UUD 1945 secara tegas menyatakan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan dan negara wajib membiayai pendidikan dasar. Namun realitasnya, masyarakat masih dibebani berbagai biaya yang menghambat akses pendidikan,” ujar Iranto.

Selain persoalan pungutan, BEM SI turut menyoroti ketimpangan infrastruktur sekolah, krisis tenaga pengajar, rendahnya kesejahteraan guru, hingga potensi ketidakkonsistenan dalam pemenuhan alokasi anggaran pendidikan minimal 20 persen dari APBN dan APBD sebagaimana diamanatkan konstitusi.

Koordinator Pusat BEM SI, Muzammil Ihsan, menegaskan bahwa pendidikan tidak boleh diposisikan sebagai sektor yang dapat dikorbankan dalam prioritas pembangunan.

“Pendidikan adalah fondasi peradaban. Negara wajib memastikan akses yang adil, layak, dan gratis. Jika pendidikan diabaikan, maka masa depan bangsa yang dipertaruhkan,” tegas Muzammil.

Empat Tuntutan Utama

Dalam pernyataannya, BEM SI menyampaikan empat tuntutan utama, yakni mewujudkan pendidikan gratis yang benar-benar tanpa pungutan pada jenjang dasar dan menengah, mengamankan anggaran pendidikan minimal 20 persen dari APBN dan APBD, menghentikan kebijakan pendidikan yang dinilai elitis dan tidak partisipatif, serta memprioritaskan perbaikan infrastruktur sekolah dan kesejahteraan guru.

Aksi Serentak Menuju Gelombang Nasional

Sebagai bentuk kontrol sosial dan tanggung jawab moral mahasiswa, BEM SI menyerukan aksi serentak di berbagai daerah di Indonesia pada 9 hingga 20 Februari 2026. Aksi di tingkat daerah tersebut akan menjadi bagian dari konsolidasi gerakan sebelum dilanjutkan dalam Gelombang Aksi Nasional sebagai puncak rangkaian demonstrasi.

Untuk wilayah Sumatera Barat, BEM SI Sumbar dijadwalkan menggelar eskalasi gerakan pada 12 Februari 2026. Aksi tersebut bertujuan mendesak Pemerintah Provinsi Sumatera Barat agar memastikan pendidikan yang layak, merata, dan berpihak pada masyarakat, khususnya kelompok rentan dan kurang mampu.

BEM SI menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar aksi simbolik, melainkan bentuk peringatan serius kepada pemerintah agar kembali menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama dalam pembangunan nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup