Penimbunan Solar Ilegal Diduga Marak di Lembak Muara Enim, Aparat Diminta Bertindak

PALEMBANG, JEJAKPOS.ID – Aktivitas penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar ilegal kembali mencuat di wilayah Kabupaten Muara Enim. Praktik terlarang yang diduga melibatkan jaringan mafia migas ini disebut-sebut masih marak terjadi di Desa Lembak, Kecamatan Lembak, sehingga mencoreng citra daerah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, lokasi yang diduga menjadi pusat aktivitas tersebut berada di Desa Lembak dengan titik koordinat 3.348505, 104.341676. Tempat itu disinyalir dikelola oleh seseorang berinisial ICN dan digunakan sebagai lokasi penampungan serta pengumpulan solar ilegal.
Di area tersebut ditemukan puluhan baby tank berkapasitas sekitar 1.000 liter berisi cairan berwarna hitam yang diduga kuat merupakan BBM jenis solar. Temuan ini memunculkan dugaan bahwa lokasi tersebut dijadikan tempat penimbunan sebelum solar ilegal diedarkan ke sejumlah pihak.
Praktik penimbunan BBM ilegal tidak hanya merugikan negara dari sisi penerimaan, tetapi juga berpotensi membahayakan masyarakat. Solar yang diperjualbelikan secara ilegal tidak terjamin kualitasnya dan dapat berdampak pada kerusakan mesin kendaraan. Selain itu, aktivitas penyimpanan tanpa standar keamanan yang jelas berisiko memicu kebakaran maupun ledakan.
Warga sekitar pun mengaku khawatir terhadap dampak lingkungan yang mungkin ditimbulkan. Tumpahan atau kebocoran cairan berwarna hitam yang diduga solar tersebut berpotensi mencemari tanah dan sumber air, sehingga mengancam kesehatan masyarakat.
Masyarakat berharap aparat penegak hukum segera melakukan penyelidikan dan mengambil langkah tegas terhadap dugaan aktivitas ilegal ini. Partisipasi warga dalam melaporkan kegiatan mencurigakan juga dinilai penting guna membantu penindakan.
Penimbunan BBM solar ilegal merupakan pelanggaran hukum yang tidak dapat dibiarkan. Diharapkan, tindakan cepat dan tegas dari pihak berwenang dapat menghentikan praktik tersebut demi menjaga keamanan, ketertiban, serta kelestarian lingkungan di wilayah Muara Enim.














