Pramono Anung Siapkan Panggung Dunia, Persija Bakal Tantang Raksasa Internasional

AKARTA  JEJAKPOS.ID – Di tengah sisa asap kembang api yang masih mengepul di langit Bundaran Hotel Indonesia (HI) dan gemuruh terompet yang menandai masuknya tahun 2026, sebuah janji besar diucapkan. Bukan sekadar resolusi tahun baru biasa, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, melemparkan sebuah visi ambisius yang seketika membakar semangat warga Ibu Kota—khususnya para pecinta sepak bola.

Kamis (1/1/2026) dini hari, di hadapan ribuan warga yang memadati jantung kota Jakarta, Pramono Anung menegaskan bahwa Jakarta tidak akan main-main dalam menyambut usia emasnya. Tahun 2027 mendatang, Jakarta akan genap berusia 500 tahun—sebuah tonggak sejarah lima abad yang monumental.

Di atas panggung utama perayaan Tahun Baru, Pramono membocorkan salah satu agenda utama dari rangkaian “Road to 500 Years of Jakarta”. Rencana tersebut bukan sekadar pesta rakyat biasa, melainkan sebuah suguhan hiburan kelas dunia yang melibatkan ikon kebanggaan kota ini: Persija Jakarta.

“Kita ingin perayaan 500 tahun Jakarta nanti tidak hanya dirasakan di sini, tapi gemanya sampai ke luar negeri. Salah satu agenda besarnya adalah mengundang klub-klub internasional untuk beruji tanding melawan Persija Jakarta,” ujar Pramono yang disambut riuh tepuk tangan dan sorak-sorai ribuan warga.

Rencana ini menjadi angin segar bagi publik sepak bola tanah air. Pertandingan uji coba melawan klub internasional diproyeksikan bukan hanya sebagai ajang unjuk gigi bagi Macan Kemayoran, tetapi juga simbol bahwa Jakarta telah siap menjadi tuan rumah bagi event olahraga berskala global.

Pramono menyadari bahwa usia 500 tahun adalah momentum langka. Oleh karena itu, persiapan harus dilakukan jauh-jauh hari. Tahun 2026 akan menjadi tahun persiapan matang menuju puncak perayaan di 2027.

“Jakarta harus naik kelas. Perayaan ke-500 tahun ini adalah etalase kita kepada dunia. Hiburannya harus kelas dunia, tata kotanya kelas dunia, dan sepak bolanya juga harus merasakan atmosfer kelas dunia,” tegas Pramono dengan penuh optimisme.

Meskipun nama-nama klub internasional yang akan diundang masih disimpan rapat sebagai “kejutan susulan”, pernyataan Gubernur ini telah memicu spekulasi dan harapan tinggi. Apakah klub-klub top Eropa, Asia, atau Amerika Latin yang akan merumput di Jakarta? Waktu yang akan menjawab.

Pengumuman ini menjadi klimaks dari perayaan malam pergantian tahun di Bundaran HI. Sebelumnya, kawasan ini telah berubah menjadi lautan manusia sejak Rabu sore. Warga tumpah ruah menikmati panggung hiburan, atraksi video mapping di gedung-gedung pencakar langit, hingga puncak pesta kembang api tepat pukul 00.00 WIB.

Namun, pidato Pramono Anung memberikan “oleh-oleh” semangat bagi warga yang beranjak pulang. Di usia yang semakin matang, Jakarta di bawah kepemimpinan Pramono Anung tampaknya ingin menegaskan posisinya: bukan lagi sekadar Ibu Kota negara, melainkan kota global yang mampu berdiri sejajar dengan metropolis dunia lainnya.

Tahun 2027 mungkin masih setahun lagi, namun genderang pestanya telah resmi ditabuh dini hari ini. Bagi The Jakmania dan warga Jakarta, hitung mundur menuju pesta lima abad dimulai dari sekarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup