Ribuan Ton Bantuan Mengalir Deras ke Tiga Provinsi Terdampak Bencana di Sumatera

JAKARTA, JEJAKPOS.ID – Hiruk-pikuk aktivitas logistik masih terasa kental di Landasan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada Senin (29/12/2025). Di tengah deru mesin pesawat dan kesibukan petugas, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membawa kabar melegakan bagi ribuan warga terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatera.
Dalam konferensi pers yang digelar di lokasi strategis tersebut, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan (Kapusdatinkom) BNPB, Abdul Muhari, menegaskan komitmen tanpa kompromi lembaganya. Ia memastikan bahwa urat nadi bantuan logistik terus berdenyut kencang, menepis kekhawatiran akan adanya bantuan yang tertahan di posko.
memaparkan data yang menunjukkan efektivitas operasi logistik selama satu bulan terakhir. Posko Halim, yang menjadi pusat komando distribusi udara, mencatatkan angka yang impresif.
“Logistik dari Posko Halim selama satu bulan ini sudah menerima 1.500 ton dan mengantarkan 1.526 ton,” ungkap Abdul. Selisih angka penyaluran yang lebih tinggi dari penerimaan ini menunjukkan adanya perputaran stok yang sangat cepat dan efisien, dengan laju distribusi mencapai angka 97 persen.
Tak hanya dari pusat, Posko Iskandar Muda di ujung barat Sumatera juga menunjukkan kinerja solid. Dari 1.341 ton bantuan yang masuk, sebanyak 1.000 ton telah berhasil didistribusikan ke titik-titik krusial, mencatatkan rasio distribusi sebesar 80,93 persen.
Sinergi Posko Provinsi dan Masyarakat Abdul menjelaskan bahwa strategi pemulihan pascabencana ini tidak hanya bergantung pada kiriman dari Jakarta. Setiap posko di tingkat provinsi memiliki otonomi untuk melakukan pengadaan pembelian logistik secara mandiri. Lebih dari itu, posko-posko ini juga berfungsi sebagai simpul solidaritas, menerima dan menyalurkan bantuan langsung dari warga lokal di tiap provinsi.
Distribusi di wilayah Sumatera Utara dan Sumatera Barat pun tak kalah gesit. Abdul merinci statistik distribusi di beberapa titik vital:
• Posko Silangit (Sumut): Mencatat laju distribusi nyaris sempurna di angka 98,2 persen.
• Posko Kualanamu (Sumut): Berada di angka 72,4 persen.
• Wilayah Sumatera Barat: Mencatatkan laju distribusi sebesar 93,5 persen.
Janji “Dua Hari” Menutup keterangannya, Abdul memberikan jaminan yang menenangkan bagi para korban bencana. Dengan rata-rata persentase distribusi yang tinggi tersebut, ia menyatakan dengan tegas bahwa tidak ada bantuan yang menumpuk sia-sia di gudang.
“Kami memastikan distribusi bantuan akan berjalan tidak lebih dari dua hari,” tegas Abdul.
Standar operasional yang ketat ini diterapkan demi satu tujuan: memastikan setiap kardus mi instan, setiap selimut, dan setiap butir beras segera sampai ke tangan warga yang membutuhkan, memulihkan harapan di tengah masa pemulihan pascabencana yang berat ini.














