Setelah 13 Tahun ‘Gelap’, Planetarium TIM Langsung Guncang Jakarta

JAKARTA, JEJAKPOS.ID – Kawasan Cikini, Jakarta Pusat, mendadak menjadi lautan manusia pada Sabtu (27/12/2025). Bukan untuk demonstrasi ataupun festival kuliner semata, ribuan warga memadati kompleks Taman Ismail Marzuki (TIM) dengan satu tujuan utama: mengobati kerinduan pada langit buatan di Teater Bintang Planetarium Jakarta.
Di tengah masa libur Natal 2025 dan menjelang Tahun Baru 2026, fenomena “war tiket” ternyata tidak hanya berlaku untuk konser musik mancanegara. Tiket pertunjukan Teater Bintang Planetarium TIM dilaporkan ludes terjual dalam waktu singkat, meninggalkan banyak pengunjung yang harus gigit jari karena kehabisan kuota harian.
Antusiasme yang membludak ini bukanlah tanpa alasan. Teater Bintang Planetarium Jakarta memiliki sejarah emosional yang kuat dengan warga ibu kota. Namun, kerusakan pada proyektor utama dan proses revitalisasi kawasan TIM yang panjang membuat wahana legendaris ini sempat “mati suri” dan ditutup total selama kurang lebih 13 tahun.
Bagi generasi yang tumbuh di tahun 80-an dan 90-an, Planetarium adalah memori masa kecil yang tak tergantikan. Kini, di penghujung tahun 2025, kerinduan itu akhirnya terobati. Wajah baru Planetarium yang lebih modern, namun tetap mempertahankan jiwa edukasinya, menjadi magnet yang tak tertahankan.
“Wajar saja kalau tiketnya habis tak bersisa. Bayangkan, setelah 13 tahun lamanya ditutup, warga seperti ‘balas dendam’ ingin melihat lagi pertunjukan bintang. Planetarium TIM otomatis menjadi pilihan utama destinasi wisata edukasi di masa liburan saat ini, mengalahkan mal atau taman rekreasi lainnya,” ujar salah satu pengamat pariwisata Jakarta yang memantau situasi di lokasi.
Pantauan di lokasi pada Sabtu pagi menunjukkan antrean pengunjung sudah mengular bahkan sebelum loket dibuka. Area plaza TIM dipenuhi oleh keluarga muda yang membawa anak-anak mereka, serta rombongan pelajar yang memanfaatkan waktu libur sekolah.
Banyak pengunjung yang datang mengaku ingin memperkenalkan anak-anak mereka pada pengalaman yang dulu mereka rasakan saat kecil. “Dulu saya ke sini waktu SD dibawa orang tua. Sekarang, setelah belasan tahun tutup, saya akhirnya bisa bawa anak saya ke sini. Sayang sekali tiket hari ini sudah habis, mungkin kami akan coba lagi besok subuh,” ungkap seorang pengunjung asal Bekasi yang datang bersama dua anaknya.
Kembalinya Planetarium TIM menandai era baru wisata edukasi di Jakarta. Setelah sekian lama warga Jakarta haus akan hiburan yang mendidik sekaligus terjangkau, Planetarium hadir kembali sebagai oase. Fasilitas yang baru, proyektor yang lebih canggih, dan kenyamanan gedung teater yang telah direnovasi total menjadikan pengalaman menonton simulasi tata surya menjadi jauh lebih imersif dibandingkan satu dekade lalu.
Pihak pengelola Planetarium TIM sendiri mengapresiasi tingginya animo masyarakat, namun sekaligus mengingatkan agar calon pengunjung lebih proaktif dalam mengecek ketersediaan tiket secara daring (online) untuk menghindari kekecewaan di lokasi.
Melihat tren yang terjadi pada hari Sabtu ini, diprediksi kepadatan pengunjung di Planetarium TIM akan terus berlanjut hingga berakhirnya masa liburan sekolah dan Tahun Baru 2026. Bagi warga Jakarta, bintang-bintang di Cikini kini telah bersinar kembali, lebih terang dari sebelumnya.














