Tingkatkan Toleransi dan Kesadaran Hukum, Huamual Belakang Maluku Gencarkan Sosialisasi Pencegahan Konflik dan KUHP Baru

MALAKU, JEJAKPOS.ID – Upaya pencegahan konflik sosial dan peningkatan kesadaran hukum menjadi fokus utama di Kecamatan Huamual Belakang, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku. Kolaborasi strategis antara Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Dusun Tita Mandiri dan Kepolisian Sektor (Polsek) Huamual Belakang digencarkan untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya toleransi, etika bermedia sosial, serta pemahaman terhadap Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang baru.
Media Sosial: Perangi Hoaks dan Ujaran Kebencian
Sosialisasi ini secara spesifik menyoroti bahaya penyebaran berita hoaks dan ujaran kebencian melalui media sosial, yang kerap menjadi pemicu konflik di tengah masyarakat. Tim penyuluh yang terdiri dari anggota kepolisian dan mahasiswa aktif turun langsung ke lapangan untuk memberikan edukasi tentang cara menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab.
“Masyarakat diedukasi mengenai etika bermedia sosial dan konsekuensi hukum yang menanti jika menyebarkan informasi palsu atau provokatif,” terang Farhan Tukmuli dalam keterangan persnya. “Kerja sama ini membuktikan bahwa pencegahan konflik dapat dicapai melalui edukasi dan kesadaran bersama.”
Edukasi KUHP Baru Menjelang Pemberlakuan 2026
Selain isu media sosial, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk mensosialisasikan KUHP baru yang dijadwalkan akan mulai berlaku efektif pada 2 Januari 2026.
Kapolsek Huamual Belakang, Ipda. Suhardi Salasa, S.H., secara langsung turut memberikan pemahaman kepada warga. Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kepatuhan hukum demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Masyarakat Huamual Belakang diberikan penjelasan mengenai perubahan-perubahan penting dalam KUHP baru, termasuk:
- Perlindungan yang lebih kuat terhadap hak-hak perempuan dan anak.
- Peningkatan sanksi bagi pelaku tindak kejahatan.
Warga menyambut baik inisiatif ini, menunjukkan komitmen mereka untuk hidup berdampingan secara harmonis dan taat hukum.
Huamual Belakang: Inspirasi Harmoni Maluku
Dengan kerja sama yang solid antara aparat keamanan, akademisi (mahasiswa KKN), dan partisipasi aktif masyarakat, Kecamatan Huamual Belakang kini menjadi contoh nyata bagaimana masyarakat Maluku dapat hidup berdampingan secara damai.
“Huamual Belakang menjadi inspirasi bagi daerah lain di Maluku dan Indonesia, menunjukkan bahwa dengan komitmen bersama, kita dapat menciptakan masyarakat yang lebih aman, damai, dan sejahtera,” tutup Farhan.














